Hari Kesehatan Mental Sedunia

Awalnya saya juga lupa kalau hari ini adalah Hari Kesehatan Mental Sedunia. Untung saja kalender Google mengingatkan. Hadooh!

Memang Hari Kesehatan Mental Sedunia tak se-semarak hari-hari peringatan lainnya, karena itu mungkin kebanyakan orang melupakannya – termasuk saya. Ataukah Hari Kesehatan Mental Sedunia dianggap tidak penting sehingga tak perlu diingat? Ataukah kita masih merasa sehat secara mental?  Ataukah mental manusia-manusia postmodern yang sedang diambang bahaya? Entahlah.

Kita akui segala sesuatu berubah dan terus berubah. Kecil atau atau besar perubahan tersebut akan berimbas kepada kehidupan kita. Perubahan terbesar beberapa dekade belakangan terjadi di lini teknologi komunikasi. Sekali lagi, perubahan ini memengaruhi cara hidup, berpikir, bertindak, filosofi dan nilai-nilai hidup seseorang. Satu sisi kemajuan di bidang teknologi komunikasi membawa banyak manfaat dalam hidup kita. Namun di sisi yang lain membawa dampak yang membahayakan bagi kesehatan mental manusia itu sendiri.

Pemanfaatan teknologi digital dengan tidak terkendali berimbas pada kualitas interaksi sosial manusia. Interaksi maya lambat laun akan mengikis kasih, empati, kepedulian, kepekaan sosial seseorang. Tentu kita sering menyaksikan orang berkumpul namun sibuk dengan ponsel pintar mereka secara bersamaan. Kondisi ini tentu saja sangat memengaruhi kualitas sebuah hubungan, dan ini sangat berhubungan dengan kesehatan mental seseorang.

Salah satu kebenaran yang menyedihkan hari ini adalah bahwa teknologi mengendalikan kita. Bukan hanya tentang waktu, tapi bagaimana kita menggunakannya. Media sosial misalnya, banyak pengguna media sosial pada akhirnya mengedit kehidupan mereka demi sebuah pengakuan dan penerimaan orang lain. Kita akan memoles sedemikian rupa dari foto profil hingga status, kita edit sedemikian baik, lebih baik daripada yang sebenarnya.

Kita berbohong terhadap diri kita sendiri. Kita berpura-pura seolah apa yang kita lakukan di dunia maya membuat kita lebih bahagia ketimbang kehidupan di dunia nyata. Mental kita sakit.

Kehidupan nyata adalah tentang jujur pada diri sendiri. Jadilah dan terimalah diri kita sendiri. Jangan jadi orang lain supaya orang lain menyukai kita.

Kehidupan nyata adalah tentang kesadaran kita akan lingkungan di mana kita berada, tentang sesama kita dan kebutuhan mereka. Kehidupan nyata bicara tentang orang-orang yang nyata – yang hadir di sekeliling kita. Buat apa kita punya teman di media sosial sampai menyentuh angka ribuan tapi kita merasakan kesepian?

“Kemiskinan yang paling besar adalah kesepian dan perasaan tidak dicintai.” -Bunda Theresa

Memperingati hari yang tak diingat – Hari Kesehatan Mental Sedunia biarlah kita merenung sejenak. Dalam keheningan malam ini mari kita dengan diri kita bicara hati ke hati. Bertanyalah bagaimana kabarmu kini?

Advertisements