Pendamaian

IMG_8388Kematian Kristus di atas kayu salib adalah sesuatu yang sukar dipahami apalagi diterima, akan tetapi ini tidak berarti membuang keyakinan Kristen terhadap finalitas kematian Kristus. Seperti yang dikatakan John Stott, “Penyaliban Yesus Kristus adalah kejadian terpenting dalam seluruh sejarah umat manusia. Tidak mengherankan apabila daya pikir kita yang terbatas itu tidak dapat menangkap semua artinya.” Sama halnya dengan doktrin inkarnasi, iman Kristen juga bergantung kepada karya Allah dalam Kristus yang tersalib. Henry Thiessen mengatakan, “Singkirkan Salib Kristus, maka hilanglah inti kekristenan.”

Berbicara tentang salib berarti berbicara tentang peristiwa kematian Yesus Kristus. Iman Kristen akan sia-sia tanpa salib karena di atas salib karya Allah yang agung dalam sejarah umat manusia  terjadi. Dengan kata lain apa yang telah dikerjakan Kristus di atas kayu salib bersumber dari pikiran dan hati Allah yang kekal. Yohanes mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah anak dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).

Kematian Yesus Kristus membukakan kepada manusia siapakah Allah itu. Peristiwa mengerikan di atas kayu salib yang menimpa Yesus membukakan kepada manusia betapa besarnya kasih Allah sekaligus betapa berdosanya manusia. Dengan demikian kematian Kristus memperlihatkan fakta kepada dunia tentang kasih Allah kepada manusia yang penuh dengan dosa.

Konsekuensi dosa adalah kebinasaan kekal karena itu kematian Anak Allah adalah sesuatu keharusan. Kematian Kristus merupakan suatu keperluan mutlak untuk manusia diselamatkan. Henry Blackaby mengatakan, “Dalam Alkitab, Tuhan menjelaskan kebutuhan ilahi akan salib. Salib harus terjadi; itu adalah tujuan Allah dan tidak ada cara lain.” Dalam Efesus 2:12 Paulus berkata, “Bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus…” secara jelas menyatakan manusia tidak memiliki pengharapan apapun kecuali kebinasaan. Namun sekali lagi satu fakta yang tidak bisa dihindari adalah respon Allah yang begitu menggagumkan, Ia begitu mengasihi dunia sehingga Ia mengarunikan Anak-Nya yang tunggal supaya kita tidak binasa. Oleh sebab itu salib menjadi sangat penting, mengharuskan Allah menyerahkan Anak-Nya.

Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus mengatakan, “Yang sangat penting telah ku sampaikan kepadamu yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor 15:3). Dalam bagian ini Rasul Paulus hendak menyatakan satu kebenaran dari iman Kristen bahwa kematian Kristus karena dosa-dosa manusia.

Allah memahami betapa seriusnya dosa, oleh karena dosa adalah pelanggaran pribadi terhadap Allah. Setiap dosa dilakukan seorang itu berarti memposisikan orang itu sebagai musuh Allah. Untuk menanggulanginya Allah Bapa menetapkan kematian Anak-Nya yang terkasih sebagai korban pendamaian manusia. Rasul Paulus dengan tegas menulis mengenai pendamaian orang berdosa dengan Tuhan dalam Kolose 1:19-20. Kata pendamaian ini juga ditemukan dalam Roma 5:11. Dalam terjemahan Inggris dipakai kata atonement. Artinya suatu aksi di mana ada dua golongan yang bertentangan dijadikan satu, atau keadaan, di mana kesatuan itu dinikmati dan dinyatakan.

John Stott mengatakan, “Dosa menyebabkan perseteruan, salib menghasilkan pendamaian. Dosa menciptakan jurang pemisah antara manusia dengan Tuhan, salib menjadi jembatan persekutuan. Dosa merusak persekutuan. Salib memulihkannya.”  Inilah kematian Kristus yang mendamaikan, sebagai korban yang meredakan murka Allah terhadap keberdosaan manusia.

Namun kematian Kristus juga menyatakan secara jelas bahwa pengampunan dosa disediakan Allah melalui salib. Kristus adalah jalan keluar yang tuntas yang diberikan Allah kepada manusia. Tanpa kematian Kristus di atas kayu salib mustahil manusia keluar dari belenggu dosa. Dengan demikian kematian Kristus adalah satu-satunya cara untuk manusia melepaskan diri dari belenggu dosa.

Advertisements

One thought on “Pendamaian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s