Masker

Bencana kabut asap yang melanda beberapa kota di Sumatera khususnya kota Jambi membuat tingkat kesehatan dan produktivitas masyarakat menurun. Entah sampai kapan bencana ini berakhir. Saya tidak tahu.

Mengantisipasi efek buruk paparan asap dalam tubuh mengharuskan saya memakai masker setiap hari. Bahkan kemarin saya mengenakan masker sembari menikmati tidur siang saya. Ya, setidaknya tindakan ini mengurangi paparan asap masuk ke tubuh saya.

Sewaktu di Kalimantan boleh dikatakan saya tidak pernah mengenakan masker sama sekali. Barulah di Jambi hampir setiap saat saya mengenakannya. Kini benda yang dulu saya anggap kurang penting itu, saat ini sangat saya butuhkan.

Benda kecil, harga tak seberapa, mudah dijumpai, sekali pakai, dibuang dan diinjak orang, kadang sangat dibutuhkan pada kondisi tak terduga seperti saat ini.

Seperti halnya masker tadi keberadaan kita mungkin tidak dianggap berarti dan belum punya dampak apapun, ketahuilah Allah bukan kebetulan menempatkan kita di situasi dan kondisi tertentu. Allah akan memakai kita menjadi apa yang Allah inginkan. Menjadi pribadi yang berdampak. Mungkin saat ini belum nampak, jangan takut berjalan saja dan biarkan Tuhan melakukan pekerjaan-Nya. Dan lihatlah nanti kita akan terkagum-kagum dibuat-Nya.

Kadang Allah memakai kita disaat yang tak terduga sama sekali. Karena itu, biarkan Dia melakukannya untuk kita.

Advertisements

2 thoughts on “Masker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s