Soal Asap Lagi

Semua tinggal cerita. Menjadi cerita yang amat menyakitkan bagi anak cucu generasi yang akan datang.
Ya, hijaunya hutan Indonesia kini hanya sebuah cerita yang dibalut oleh kenangan penuh rindu.

Miris menyaksikan negara yang dulu dikenal dengan hijau tanahnya dan biru lautnya kini terkenal dengan negara dengan kerusakan hutan tercepat di dunia.

Sebentar lagi Indonesia tak ubahnya negara kepulauan yang gersang, miskin dan tak layak huni. Bagaimana tidak, secara masif manusia-manusia serakah, yang tidak bertanggung jawab, yang hanya memikirkan kepentingan sesaat, demi memenuhi syahwat ketamakan semata. Mereka merambah dan merusak hutan yang merupakan sandaran kebanyakan masyarakat.

Kini, masyarakat beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan pasrah “merenggang nyawa” akibat paparan asap yang rutin datang tiap tahunnya. Asap hasil pembakaran lahan yang dilakukan oleh oknum perorangan, lembaga ataupun perusahaan yang tak bertanggungjawab itu.

Kini rakyat pasrah “mati perlahan” karena pihak yang seharusnya menolong mereka enggan turun tangan. Mereka nyaman duduk berpangku tangan sambil menikmati udara segar dalam kediaman dan istana yang sebenarnya dipercayakan kepada mereka. Mereka lebih sibuk mengurusi internal mereka ketimbang berjuta-juta rakyat yang menjerit penuh derita. Mereka lebih memilih jalan-jalan dalam kemewahan ketimbang beraksi untuk rakyat yang dulu disodori janji manis oleh mereka sendiri. Mereka asyik dengan dunia mereka sendiri. Ironis!

Mereka itu punya jabatan tapi sama sekali tidak memiliki kehormatan. Sayang sekali.

Advertisements

4 thoughts on “Soal Asap Lagi

  1. Asapnya juga udah nyampe ke Balikpapan… Tapi saya nikmati sajalah 🙂 kalo udah terlalu parah, paling pakai masker. Habis mau bagaimana lagi? Ngeluh atau marah nggak ada gunanya juga. Kalau sakit gara2 menghirup asap itu, ya tinggal ke dokter saja. Selama nggak ada regulasi yg jelas untuk para pembakar lahan/hutan, seterusnya bakalan begini. Kadang, yg udah ada regulasinya aja dilanggar orang, mas 🙂

    1. Iya mbak Messa, klo area balikpapan mungkin tdk separah Riau dan Jambi di mana skrg sy menetap. Aktivitas keganggu banget, tingkat kesehatan masyarakat menurun belakangan ini. Semoga aja segra turun hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s