Terlalu Banyak Bicara

Terkadang saya muak melihat segelintir figur publik di negeri ini. Bagaimana tidak, mereka terlalu banyak bicara seolah merekalah yang paling tahu dan yang paling benar.

Lihat saja rentetan peristiwa yang terjadi beberapa waktu ini. Mulai dari kasus Angeline hingga peristiwa jatuhnya pesawat Hercules milik TNI kemarin. Mereka berlomba mengutarakan argumentasi supaya terkesan orang terdidik. Dengan opini mereka hendak menunjukan diri di depan publik bahwa merekalah yang banyak tahu. Muak saya bertambah kala melihat mereka terlalu banyak bicara tanpa memberikan solusi.

Ke mana mereka-mereka yang mengaku wakil rakyat selama ini. Apakah harus kejadian demi kejadian yang menyita perhatian publik ini terjadi baru mereka muncul. Soal kecelakaan Hercules misalnya. Tak lama setelah peristiwa nahas itu terjadi, beberapa oknum dewan terhormat bermunculan di media. Dengan semangat mereka mengeluarkan penyataan: “Stop menerima pesawat hibah!” Lalu apa?

Slogan “lebih baik mencegah daripada mengobati” tentu tidak berlaku di sini.

Saya membayangkan, andai saja 20 milyar yang disuarakan DPR, yang katanya adalah dana aspirasi, diperjuangkan untuk sistem alutsista, mungkin tidak akan terjadi tragedi seperti ini.

Namun sayang, mereka-mereka yang di atas hanya banyak bicara.

Advertisements

4 thoughts on “Terlalu Banyak Bicara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s