Escape from Reason

Escape From ReasonFrancis Schaeffer adalah salah satu pemikir Injili yang mencoba mengaitkan dirinya dengan kebudayaan sekuler. Karya terbaru yang cukup berpengaruh dalam ranah pemikiran filsafat serta teologia Kristen adalah karyanya berjudul Escape From Reason.

Melalui buku ini Scaheffer melihat dan menganalisa secara luas dan mendalam bukan hanya filsafat dan teologi tetapi juga seni dan sastra. Melalui bukunya Schaeffer melihat dan menguraikan mula sekularisme yakni ketika manusia mencoba dengan memecahkan segala sesuatu dengan otonomi pikirannya. Manusia menjadikan pikirannya sebagai satu-satunya penentu segala sesuatu. Ia melihat masalah yang paling krusial yang dihadapi orang Kristen hari ini berakar pada Abad Pertengahan dan pengaruh pemikiran Aquinas pada khususnya. Aquinaslah yang membuka jalan bagi rasionalitas otonom. Pembedaan Aquinas antara anugerah dan alam telah memberikan tanah subur bagi keyakinan bahwa manusia bisa mandiri – otonom.

Dalam EFR Schaeffer  meneliti hubungan antara ‘anugerah’ dan ‘alam’. Dia berpendapat bahwa alam telah perlahan-lahan ‘memakan’ kasih karunia. Masyarakat Barat telah pergi di bawah garis ini dan itu telah menyebabkan rasa putus asa. Putus asa ini terungkap pertama dalam filsafat; kemudian menyebar hingga seni, maka musik dan budaya umum, sebelum mencapai teologi.

Schaeffer juga menguraikan kesatuan antara Alam dan Anugerah dengan mengangkat hubungan sejarah antara Renaissance dan Reformasi ia mengkontraskan kedua pandangan dari ke dua belah pihak. Para reformator menolak humanisme dan sepenuhnya menerima apa yang dikatakan Alkitab mengenai manusia yang digambarkan sebagai mahluk mulia yang diciptakan sesuai rupa sang Pencipta.

Melihat berkembangnya paham-paham bertentangan dengan Iman Kristen, Schaeffer berkeras bahwa kekristenan masih mempunyai kesempatan menjawab semua bentuk paham tersebut dengan rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. Bersama para reformator Schaeffer menekankan bahwa kita tidak boleh menyingkirkan otoritas Kristus di dalam Alkitab. Melalui Alkitab Schaeffer menguraikan kerangka berpikirnya tentang Allah, manusia dan alam. Ia menegaskan segala sesuatu ada karena Tuhan yang menciptakannya. Allah itu adalah  Allah yang dipahami dalam Alkitab yaitu Allah yang hidup dan sungguh-sungguh berpribadi dan manusia adalah karya-Nya yang ajaib, Allah menjadikannya secara khusus.

Problem muncul ketika manusia jatuh dalam dosa manusia mencari relasi ataupun memuaskan keingintahuannya akan segala sesuatu diluar dirinya namun tidak mampu. Alkitab mengajarkan sekalipun manusia hilang tanpa harapan namun ia bukan nihil. Manusia hilang karena terpisah dengan Allah. Alkitab menunjukkan kepada manusia jalan keluarnya dengan memproklamirkan penebusan dalam Kristus hanya dengan melalui Kristus ada pendamaian dengan Allah dan hanya melalui cara ini manusia bisa memahami dan menyadari keberandaannya yang sesungguhnya.

Buku Schaeffer Escape From Reason sudah pasti ditulisnya untuk membuka cakrawala pemikiran dalam kekristenan. Agar seorang Kristen memiliki worldview yang luas dapat menjawab problem kekinian dengan paradigma Alkitab dan dapat dipertanggungjawabkan dengan rasional. Sesuai dengan tujuan buku ini maka buku ini sepertinya tidak hanya ditujukan kepada pembaca akademisi saja. Namun tidak menutup kemungkinan kepada pembaca umum jika ia memiliki ketertarikan dengan filsafat maupun teologia. Secara keseluruhan kerangka pemikiran Schaeffer dalam menganalisa filsafat, teologia hingga seni patut diacungi jempol. Pemikiran kritis sistematis, mendongkrak pemikiran generasi selanjutnya bahkan saya secara personal dalam memahami baik sejarah maupun perkembangan pemikiran modern. Melalui buku ini Schaeffer mengkomunikasikan kekristenan ke budaya modern. Dia membangun kita untuk melihat adanya humanisme sekuler dan menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk berpikir dan menjadi seorang Kristen pada saat yang sama.

Buku ini memberikan pengenalan yang sangat baik untuk ide-idenya, meskipun hal itu menunjukkan asal-usulnya dalam format kuliah: ada beberapa catatan kaki dan referensi. Pandangan yang ia sodorkanpun saling berintegrasi dengan kehidupan sehingga lebih mendarat bagi pembaca. Secara sistematis Schaeffer mengungkapkan tesis utamanya dengan gambaran, nama-nama serta ide-ide yang mengalir yang membuat kita menikmati lembar demi lembar penuturannya.

Disayangkan dibeberapa bagian penting Schaeffer tidak menggunakan ilustrasi. Sebenarnya Schaeffer membuat beberapa poin yang sangat baik tentang kasih karunia dan alam menggunakan deskripsi dari karya seni dan memiliki ilustrasi akan sangat memperkaya pengalaman membaca.

Schaeffer dengan semangat untuk mengerti kebenaran dan dengan pemikiran kristis dan sistematis akan mengantar pembaca melihat sisi lain dari dunia modern serta bagaimana pandangan Kristen terhadapnya. Dan akan membantu pembaca untuk lebih memahami dunia modern dengan segala pahamnya serta memiliki worldview yang sesuai dengan Alkitab Sangat di sarankan untuk membaca buku baik ini sebagai referensi yang baik serta untuk menambah bahkan memperdalam pengetahuan khusunya dalam bidang filsafat dan hubungannya dengan Iman Kristen. Akhir kata buku Escape From Reason telah membuka cakrawala berpikir saya secara personal. Karya yang menganggumkan penuh dengan pemikiran yang tetap relevan dari waktu ke waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s