Masa Lalu

Tahun ini adalah musim mengenang. Mengenang kisah yang harus berakhir kembali. Untuk ke kesekian kali saya harus menerima kenyataan pahit bahwa hubungan saya dengan kekasih harus kandas di awal tahun ini. Bagaimanapun kisah itu selalu ada hal yang dapat dipelajari dan tentunya menjadikan hidup kita membaik di masa mendatang. Karena bagi saya, kegagalan masa lalu tidak membuat saya menjadi orang gagal.

Saya tidak segan menuliskannya. Barangkali kita berpikir bahwa kisah manis itulah yang lebih layak dituliskan ketimbang kisah kegagalan. Tapi bagi saya semua kisah perlu dan layak untuk diutarakan. Berbagi lewat kegagalan, tidak harus membuat orang gagal akan tetapi melalui kisah kegagalan kita memberi sesuatu yang berharga: jangan seperti ini.

Kita harus mengakui bahwa salah satu faktor yang mengancam sebuah relasi adalah kehidupan masa lalu, yaitu ketika seorang hadir sebagai hakim bagi masa lalu seorang yang lainnya lagi. Dan ini adalah persoalan besar.

Setiap kita punya masa lalu, baik maupun buruk,berhasil maupun gagal, indah maupun menyakitkan. Kisah masa lalu turut membentuk kita hingga hari ini. Kita tidak bisa menghapus masa lalu, yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah menerimanya sebagai bagian dari sejarah.

Pada kenyataannya, ada orang yang merusak hari ini dengan setumpuk masa lalu. Ketika menjalin hubungan asmara semula berjalan manis. Namun lambat laun, masa lalu kedua belah pihak mulai terkuak. Kejujuran membuka sebagian besar masa lalu. Bahayanya, ada pasangan yang tidak bisa menerima atau belum bisa menerima keadaan masa lalu pasangannya. Ia tidak bisa menerima masa lalu kekasihnya itu, yang begini dan begitu, entah itu kisah asmara dengan mantannya atau apa saja. Baginya itu merupakan hal terburuk yang pernah ia dapati dalam diri kekasihnya.

Katanya cinta tetapi dalam kehidupan masih berderet daftar kesalahan kekasihnya. Cinta sejatinya tidak mengungkit-ungkit masa lalu. Betapa kelamnya pun masa lalu itu.

Padahal pasangan telah mengakuinya dengan jujur yang mengisyaratkan penerimaan dari kekasihnya. Ia telah mengakui kegagalannya di masa lalu dan melihat itu sebagai suatu kesalahan yang membutuhkan maaf dan pengampunan dari pasangannya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan masa lalunya. Ia hidup saat ini dan bukan hidup di masa lalu. Dalam keadaan demikian apakah kita akan menjadi hakim atas diri kekasih kita? Tentu saja tidak, yang bisa kita lakukan adalah menerima, memaafkan dan mengampuninya.

Jangan berusaha membalasnya dan membuatnya menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. Jika itu terjadi maka kita sedang menjadikan diri kita hakim dan dia adalah pelanggar. Jangan pernah kita menjadi hakim atas diri kekasih kita seberapa burukpun masa lalunya.

Kenyataan itu pahit, penerimaan itu lebih pahit lagi. Kalau kita mengaku kita mengasihi pasangan kita maka sepedih dan sesakit apapun itu, kita akan tetap memilih menerima dan memaafkan pasangan kita. Pengampunan adalah cara cinta bertindak kata Gery Chapman.

***

Advertisements

2 thoughts on “Masa Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s