Tentang Kerisauan

Bantalku basah oleh tempias air mata tadi malam. Ah, aku terlalu sentimentil. Gerimis pagi memang selalu bikin perasaan melankolis.

Barangkali ini soal rasa risau di hati.

Apa yang telah aku lakukan padamu? Kau tahu: terlampau banyak. Selalu terlampau banyak. Dan aku takut kau bosan dan mungkin telah bosan.

Aku selalu mengoceh tentang kenangan atas dirimu. Abaikupun mengakar melingkari lukamu, menyesah batinmu. Dan lihat sekarang aku malah risau, risau ditinggal kenangan atas dirimu.

Mentutup mata sebentar bukan soal mudah bagiku, besok pun demikian. Mohonkan waktu sejenak aku menjawab tanya dan ragumu lewat laku bukan tutur.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s