Buku: Generation iY–Our Last Change to Save Their Future

Buku berjudul Generation iY-Our Last Change to Save Their Future ini mengangkat masalah krusial yang sedang dihadapi generasi iY dan bagaimana orang tua, mentor, pendeta dan guru dapat menyesuaikan serta menolong dan mengarahkan generasi ini. Tim Elmore melihat generasi ini berada dalam kesulitan besar. Melalui bukunya Elmore bukan hanya membuka mata pembaca dengan mengemukakan fakta apa yang sedang terjadi dengan generasi iY tapi ia juga memaparkan bagaimana menolong dan mengarahkan mereka.

GenBuku ini disajikan dengan bahasa yang jelas, lugas dan enak dibaca. Bab-bab awal buku ini memberikan gambaran generasi iY. Elmore menggambarkan perubahan pada orang muda dan bagaimana kita harus menyesuaikan untuk membantu mereka serta berbagai pengaruh yang telah menyebabkan generasi ini kewalahan dalam menjalani kehidupan. Generasi iY adalah mereka yang lahir setelah tahun 1990. Mereka telah tumbuh dengan iPod, iBook, iPhone, dan internet, di dunia yang berkecepatan tinggi, koneksi konstan, gaya hidup menetap, keterampilan relasional menyedihkan, dan narsisme berdosis besar (15). Mereka membutuhkan arahan–mentor yang melibatkan mereka dalam cara yang relevan, menyalurkan energi mereka, dan memberi mereka tantangan yang mereka butuhkan (18).

Pada bagian ketiga, Elmore mengemukakan bagaimana kondisi generasi ini khususnya dalam menanggapi perubahan budaya. Elmore membuka mata pembaca dengan uraian hasil produk budaya–menghasilkan generasi yang paradoks. Mereka merasa istimewa dan dibutuhkan tetapi bisa manja dan sombong. Mereka memiliki teknologi sendiri tetapi mengharapkan hasil yang mudah dan instan. Mereka tinggi toleransi tetapi tidak memiliki nilai absolut. Mereka menangkap ide-ide baru dengan cepat tetapi berjuang dengan komitmen panjang. Mereka mahir multitasking tapi kesulitan fokus. Mereka bergairah tentang penyebab yang berada dalam mode tetapi mereka memiliki rentang perhatian yang pendek. Mereka kabur, tidak fokus. Ketika mereka bosan mereka berhenti.Mereka ingin menjadi yang terbaik tetapi mengalami depresi jika mereka gagal (35).

Selain itu, karena sebagian besar dari kontak relasional mereka datang melalui teknologi, mereka berada dalam bahaya menjadi terisolasi. Sulit untuk membangun hubungan yang nyata di dunia maya. Mereka ambisius tapi cemas.Mereka terhubung sebagian besar satu sama lain, mendapatkan sebagian besar dari bimbingandari rekan-rekan mereka, dan memodelkan diri dari orang lain yang berasal dari generasi mereka sendiri. Namun demikian mereka tidak tahu bagaimana berhubungan dengan generasi lainnya. Mereka tahu banyak tapi mereka tidak siap untuk orang-orang yang nyata, menunggu, tanggung jawab, dan dunia nyata.

Apa yang kita lakukan dengan generasi paradoks ini? Generasi iY memiliki potensi untuk dibingkai ulang tentang realitas kita dengan cara yang positif jika kita dapat membantu mereka mengatasi paradoks mereka dan merespon dengan baik untuk kebutuhan dunia di sekitar mereka. “Agarterhubung dengan dan mempengaruhi Generasi iY, kita akan cenderung harus menyesuaikan diri dengan mereka…lagi dan lagi.” (51)

Pada bagian keempat dan kelima, Elmore memperlihatkan kepada pembaca mengapa generasi ini menunda tanggung jawab sebagai orang dewasa (54-79). Orang-orang ini tampaknya tidak dapat berkomitmen untuk pernikahan, keluarga atau pekerjaan jangka panjang. Mereka tidak ingin terikat dengan pekerjaan yang tidak cocok, tetapi untuk bereksperimen dengan karir yang berbeda. Elmore kemudian menyebutkan apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan mereka. “Apa kebutuhan remaja adalah orang dewasa (orang tua, guru, pelatih, pendeta, atau pemimpin) yang membuat tuntutan yang tepat dan menetapkan standar yang sesuai untuk mereka dalam lingkungan kepercayaan dan perhatian(66).

Bagian enam, Elmore membahas perjuangan baru orang tua terhadap generasi ini. Elmore juga mengemukakan delapan gaya orang tua yang seringkali membawa dampak buruk dalam tumbuh kembang anak-anak generasi ini. Misalnya Commando Parents, orang tua fokus pada kepatuhan dan kesempurnaan bukannya puas dengan pertumbuhan dan perbaikan.

Selain, itu pada pasal tujuh, Elmore mengajak para pembaca khususnya orang dewasa untuk membongkar kebiasaan terlalu menjanjikan banyak kebohongan kepada anak-anak generasi ini. Memang orang dewasa telah berusaha untuk membantu mereka merasa nyaman dengan diri sendiri. Orang dewasa telah mengatakan bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan, semuanya adalah pilihan mereka, mereka luar biasa, mereka dapat memiliki semuanya sekarang, mereka adalah pemenang, mereka bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan, dan sebagainya. Namun keyakinan palsu bukan cara yang sehat untuk menghasilkan generasi dewasa terhormat (121).

Pada bagian delapan hingga dua belas, Elmore menjabarkan bagaimana generasi iY berhadapan dengan masa depan mereka, dengan lingkungan kerja mereka, potensi mereka, serta ekspektasi terhadap mereka. Pada bagian sepuluh misalnya Elmore menguraikan pokok perihal bagaimana membantu generasi iY menemukan masa depan mereka.Elmore memberi tahu pembaca bagaimana mengarahkan generasi iY. Bagi Elmore, langkah pertama yang terbaik adalah untuk memungkinkan mereka untuk menemukan panggilan mereka (157).Penting untuk menantang mereka untuk merebut kesempatan untuk memberikan kontribusi,fokus pada tujuan, menatap masa depan dengan visi yang jelas. Menantang mereka untuk memecahkan masalah dan membuat perbedaan.Bantu mereka berpikir melalui lima keputusan penting:

  1. Apa nilai-nilai saya ?
  2. Apa visi yang ingin saya kejar?
  3. Apakah kekuatan saya, kombinasi bakat, pengetahuan, dan keterampilan saya?
  4. Apa tempat yang terbaik untuk saya?
  5. Kendaraan apa yang akan membantu saya mencapai tujuan saya ?

Sedang pada bagian sebelas, Elmore menyumbang ide bagaimana generasi sebelumnya berhubungan dengan dan menjadi relevan dengan generasi ini. Elmore memberikan gagasan apik bagaimana mengatasi gap dengan generasi ini khususnya dalam mendidik mereka. Dengan ide EPIC (experiential, participatory, image-rich, connected) akan menolong para pendidik, orang tua, mentor, pendeta dan pemimpin terhubung dengan dunia mereka.

Pada bagian akhir (12) penulis menyajikan penguraian berkenaan bagaimana menolong generasi ini serta bagaimana membangunkan potensi kepemimpinan mereka. Di bagian ini penulis mengajak pembaca melihat dari dekat kapasitas kepemimpinan yang besar yang dimiliki generasi ini.

Komentar dan Analisa

Sesuai judul bukunya, Generation iY-Our Last Change to Save Their Future, penulis buku ini hendak mengantar pembaca untuk mengenal lebih dekat dan mendalam generasi iY dengan segala dinamika dan krisis yang mereka hadapi dan bagaimana menolong dan mengarahkan mereka atas persoalan yang mereka hadapi. Bahasa yang jelas dan lugas akan memudahkan pembaca memahami setiap paparan dengan baik. Selain mudah dibaca, buku ini juga enak untuk dinikmati, banyak ilustrasi dari kehidupan nyata serta kutipan yang akan membuat pembaca tidak lelah menikmati uraiannya.

Secara keseluruhan buku ini sangat baik untuk dibaca, khususnya orang tua, mentor, guru, pendeta dan sebagainya. Uraian demi uraian Elmore sangat menolong orang dewasa mengenal lebih dalam generasi ini. Elmore mendasarkan kesimpulannya atas banyak fakta, data dan laporan. Meski demikian kalau dicermati buku ini lebih dari sekedar informasi, analisis serta prediksi belaka, Elmore dengan lihai menempatkan aplikasi di setiap pemaparannya. Elmore berbagi banyak hal-hal praktis yang bisa kita gunakan sebagai pemimpin pemuda untuk membantu generasi anak muda ini menemukan jalan mereka dalam kehidupan dan dalam masyarakat. Elmore menyarankan berbagai topik untuk pembicaraan, pendekatan untuk program mentoring, pertanyaan untuk meminta dan metode yang digunakan dalam mengajar. Keyakinannya adalah bahwa kita harus menanamkan dalam diri mereka kebiasaan dan sikap mereka akan perlunya untuk menjadi pemimpin yang efektif.

Hal penting yang saya dapati dalam buku ini adalah pesan Elmore yang bersifat urgent yang tertuang dalam pesannya “kesempatan terakhir untuk menyelamatkan masa depan mereka” menjadi pesan berulang yang sering saya dapati. Ini berarti bahwa para pemimpin, pembina, orang tua, pendeta harus segera berbuat sesuatu untuk menolong generasi ini, kalau tidak maka dapat dibayangkan kehancuran generasi penerus ini beberapa tahun ke depan.

Sebuah tinjaun yang menantang. Saya tidak yakin saya setuju dengan semua prediksi yang agak pesimis Elmore untuk masa depan, tapi saya melihat bahwa generasi ini membutuhkan bantuan orang dewasa dalam hal ini orang tua, pendeta, pemimpin dan guru. Buku ini menawarkan banyak saran bagi kita sebagai pemimpin pemuda untuk melakukan itu.

Kesimpulan

Buku Generation iY-Our Last Change to Save Their Future adalah gambaran suram tentang masa depan generasi yang lahir setelah tahun 1990, akan nyata kalau kita tidak bertindak. Melalui buku ini Tim Elmore berbagi tips praktis dan wawasan untuk membantu pembaca baik secara individu maupun kolektif untuk terhubung dan membantu generasi ini. Buku ini membantu kita melihat apa jenis rintangan yang akan dimiliki generasi ini dan cara untuk menolong mereka mengatasinya. Apa yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa setiap generasi ini memasuki kehidupan dewasa dengan kesempatan terbaik untuk menjadi sukses.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s