Bookaholic

Where is human nature so weak as in the bookstore?” ungkap Henry Ward Beecher.

quotes-about-life-if-you-think-reading-is-boring-youre-doing-it-wrong_largeDi manakah manusia begitu nampak lemah sebagaimana ketika ia berada di toko buku? Saya kira iya, karena memang di sanalah saya nampak begitu bodoh dan tidak ada apa-apanya.

Ketika menengok tiap sisi perpustakaan di kampus, ada ribuan bahkan puluhan ribu buku tersusun rapi di sana, menyelimuti rak-rak kayu yang sudah tua termakan waktu. Di tengah-tengah ribuan buku itulah saya menyadari betapa banyak hal yang belum saya ketahui. Betapa minimnya pengetahuan yang saya miliki saat ini. Betapa kecilnya saya. Karena itu, rasanya tidak berlebihan jika Beecher berujar demikian.

Mari menilik masyarakat di negara-negara maju. Aktivitas membaca adalah bagian kebudayaan yang terus diperlihatkan dalam hidup sehari-hari. Lihat saja Inggris dan Jepang, membaca merupakan aktivitas wajib dilakukan terus menerus tanpa henti. Alhasil, negara-negara ini maju di segala bidang.

Kita tidak perlu berkecil hati, meski animo membaca di negeri kita masih kurang, tetapi setidaknya dari dalam diri kita membuat sebuah terobosan: menjadikan membaca sebagai aktivitas wajib. Bukan sebaliknya menjadikan kegiatan ini menjadi pengantar tidur. 😐

Ada segudang faedah membaca. Dengan membaca kita bisa mengenal aspek kehidupan lebih dalam dan menyingkap misteri-misteri yang ada di alam semesta ini. Membaca bisa mengantar kita ke dunia jauh, menerawang menembus batas. Ketika kita menjadikan aktivitas membaca sebagai kegemaran kita maka saat kita tidak bersua dengan buku, rasanya ada sesuatu yang hilang.

Dalam diri seharusnya menanamkan prinsip: saya harus membaca setiap hari. Saya bersyukur, belakangan ini saya sedang bergairahnya melahap lembar demi lembar buku. Bahkan tak tanggung-tanggung dalam sehari bisa menghabiskan 2-3 jam untuk membaca. Saya terus memompa diri untuk terus membaca bahkan kalau bisa menjadi seorang bookaholic.

Seorang bookaholic selalu melahap dengan rakusnya setiap buku yang digenggamnya. Tak akan lelah ia mengais lembar demi lembar untuk meraup ide para penulis dalam dan luar negeri. Seorang bookaholic selalu ingin  menyelami kedalaman dan keindahan tulisan dan melaluinya ia belajar banyak hal. Aktivitas yang menurutnya  adalah kegiatan menuai ide.

Bagi bookish, tak lengkap hari tanpa buku. Ia melalui hari-harinya dengan beragam judul di tangan mungilnya. Tak bisa tak membaca.

Tanpa buku rasanya hambar. Hidup seolah pincang, kaku dan membosankan. Tanpa buku ia merasa sepi, sepi akan inpirasi dan gagasan cemerlang yang selalu baru hari ke hari. Hadirnya buku membuat hidup lebih semarak untuk dijalani.

Seorang bookaholic lebih tertarik ke toko buku ketimbang jalan-jalan tak jelas arah dan tujuannya. Baginya mampir ke toko buku merupakan kepuasan yang tiada tara. Di sana, dengan riangnya ia bercengkerama dengan ribuan buku yang seolah memanggilnya untuk menjamahnya.

Semestinya tidak ada alasan untuk tidak membaca. 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Bookaholic

  1. Bener banget, tidak ada alasan untuk tidak membaca. Tapi, ke toko buku saat tanggal tua itu benar2 suatu penderitaan 🙂 *cuma bisa mandang, tidak bisa beli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s